Posts Tagged ‘Yamaha’

 

No Jenis motor Tahanan
Coil primer

(ohm)

Coil sekunder

(K ohm)

Spul pengapian

(ohm)

Spul pulser

(ohm)

1. Honda GL Max 0.4-0.6 13.63 272-290 498-520
2 Honda Tiger 04-06 14.5-22.5 100-300 290-300
3 Yamaha Jupiter Z 0.32-0.48 5.68-8.52 248-372
4 Yamaha Crypton 0.32-0.48 5.68-8.52 688-1.032 248-372
5 Suzuki Shogun 125 03-0.5 5.8 180-280
6 Suzuki Shogun 110 0.1-0.2 14-18 180-280
7 Suzuki smash 0.2-1.5 10-20 180-280
8 Suzuki thunder 250 0.1-1.2 12-20 400-650
9 Honda Gl Neotech 0.5-0.7 12.64 350
10 Honda win 0.4-0.9 13.83 407-430 Krlb 122
11 Honda grand 0.5-1 13.20 500-600 120-135
12 Honda NSR 0.5-0.8 8.98 133 240
13 Honda prima 0.5-0.6 11.5-14.5

Dengan chop busi

7.2-8.8

Tanpa chop busi

100-400 50-200
14 Yamaha RXZ 1.6±20% 6.6±20% 32±20% dlm

360±20persen

luar

240±20%
15 Yamaha force one 1.1±20% 6.6±20% 240-360 288-432
16 Suzuki satria 0-1 11.8-17.8 180-280

 

 

 

 

 

Iklan

Flasher adalah komponen yang membuat reting/lampu tanda belok berkedip secara otomatis.
Biasanya kalau dicek bola lampu dan kabel poenghubungnya dalam keadaan baik, maka penyebab matinya reting/lampu tanda belok adalah kerusakan pada flasher. Tinggal cek aja.
Caranya :

1. Lepaskan flasher dari cop kabel.
2. Kemudian cop kabel tadi dihubungkan langsung dengan seutas kabel. Setelah itu baru dicoba hidupkan reting secara bergantian.
3. Jika lampu reting menyala meskipun tidak berkedip, berarti ada kerusakan pada flasher.
4. Tapi jika lampu reting mati, maka kerusakan bukan hanya pada flasher tapi juga pada kabel-kabel penghubungnya yang harus dibetulkan.

 

 

SISTEM pengapian mesin memiliki fungsi yang vital. Tanpa adanya sistem tersebut mesin sepeda motor tidak akan hidup. Secara umum ada dua jenis sistem pengapian, yaitu AC (alternating current), dan DC (direct current). Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.

Sistem AC atau yang disebut juga sepul memakai sumber arus bolak-balik untuk meneruskan sinyal ke CDI. Sistem ini dipakai pada beberapa model sepeda motor, seperti Honda Supra Fit, Yamaha Vega, dan Kawasaki Ninja.

Komponen sistem AC terdiri dari pembangkit tegangan AC, yaitu magnet, dan sepul. Kemudian pembangkit pulsa pengapian (pulser), CDI, koil, dan busi. Tegangan voltase yang mampu dihasilkan sistem AC mencapai 400 volt pada putaran mesin tinggi. Sedangkan tegangan minimumnya berada pada kisaran 100 volt.

Metode kerjanya adalah tegangan dari sepul diteruskan langsung menuju CDI. Di dalam komponen ini, arus bolak-balik tersebut dijadikan searah oleh diode. Selanjutnya arus searah itu disimpan di dalam kapasitor. Setelah mendapat masukan dari pulser, arus dalam kapasitor dialirkan ke koil. Dari koil arus diteruskan ke busi yang menghasilkan percikan bunga api untuk memicu proses pembakaran.

Kinerja sistem AC sangat tergantung pada putaran mesin. Semakin tinggi rpm, output yang dihasilkan semakin besar. Sistem pengapian AC mampu menciptakan tenaga cukup besar di putaran atas. Sebaliknya kurang bertenaga di putaran bawah.

Berbeda dengan sistem AC yang mengandalkan sepul, sistem DC tergantung pada kinerja aki. Karena sumber arusnya berbeda, maka CDI yang dipakai memiliki teknologi lebih rumit. Di dalam komponen CDI ada rangkaian step-up DC to AC. Peralatan ini berfungsi untuk menaikkan tegangan DC aki 12 volt menjadi 400 volt. Karena itu, sepeda motor yang sistem pengapiannya AC tidak bisa menggunakan komponen CDI tipe DC. Begitu pula sebaliknya.

Sepeda motor dengan sistem pengapian DC tetap dilengkapi dengan sepul dan magnet. Tetapi fungsi sepul di sini untuk mengisi ulang baterai atau aki. Model yang menggunakan sistem pengapian DC adalah Yamaha Jupiter Z, Honda Megapro, Suzuki, dan Smash.

 

 

 

 

 

Busi Mati di Jalan

Posted: Desember 16, 2010 in Gejala Kerusakan
Tag:, , ,

Paling sebel rasanya kalau lagi enak-enak jalan, eh tiba-tiba motornya mati karena businya ngadat, mogok deh.
Tapi tenang kalau udah baca ini, nggak perlu khawatir.
Busi mati karena sudah tidak mampu memberikan percikan api pada ruang bakar, sehingga mesin tidak bisa jalan, hal itu disebabkan adanya kotoran yang melekat di sekitar isolator elektroda tengah, sehingga api langsung ke massa tanpa menimbulkan percikan api.
Untuk sementara dapat diakali dengan :

1. Membakar ujung elektroda busi, hal ini bermanfaat untuk merontokkan dan membuang kotoran yang melekat atau dengan cara membersihkan kotoran yang menempel dengan amplas.
Beres deh, tinggal pasang lagi, tapi ingat setel kembali jarak kerenggangan elektroda dengan ground pada kepala busi. Ketuk aja ujung kepala businya.
2. Pilihan kedua adalah dengan cara memecahkan isolator elektroda, lalu setel kembali celah elektroda tengah ke ground harus presisi/tepat, agar loncatan api tidak lari ke samping.
3. Kalau masih belum bisa juga, pakai aja jurus pamungkas, yaitu beli aja busi yang baru sekitar Rp. 10.000. Tinggal pasang, gampang kan ?

 

 

 

1. HONDA

  • Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
  • Merah : (+) aki
  • Hitam : (+) kunci kontak
  • Putih : (+) alternator pengisian
  • (+) lampu dekat
  • Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
  • Biru : (+) lampu jauh
  • Abu-abu : (+) flasher
  • Biru Laut : (+) sein/reting kanan
  • Oranye : (+) sein/reting kiri
  • Coklat : (+) lampu kota
  • Hitam-Merah : (+) spul CDI
  • Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
  • Hitam-Kuning: (+) koil
  • Biru-Kuning : (+) pulser CDI
  • Hijau-Kuning: (+) lampu rem

2. YAMAHA

  • Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
  • Hijau : (+) arus beban penerangan
  • Merah : (+) arus positif dari aki
  • Kuning : (+) lampu jauh
  • Coklat : (+) sein/reting kiri
  • Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
  • Putih-Merah : (+) pulser CDI
  • Hijau-Hitam : (+) rem

3. SUZUKI

  • Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
  • Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
  • Putih-Biru : (+) koil ke CDI
  • Putih-Hitam : (+) lampu rem
  • Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
  • Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
  • Merah : (+) aki
  • Oranye : (+) kunci kontak
  • Abu-abu : (+) lampu belakang
  • Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
  • Hitam : (+) sein/reting kiri

4. KAWASAKI

  • Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
  • Putih-Merah : (+) aki
  • Merah-Hitam : (+) lampu jauh
  • Merah-Kuning: (+) lampu dekat
  • Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
  • Hijau : (+) sein/reting kiri
  • Biru : (+) lampu rem
  • Merah : (+) lampu belakang
  • Coklat : (+) klakson