baik berkendara

Posted: Agustus 19, 2011 in Info Lain

 

 

 

Bandung– Menghadapi jalanan kota Jakarta di kala berpuasa memang menjadi siksaan dan cobaan yang cukup berat. Sebab selain harus bertempur dengan cuaca yang kadang panas terik, kadang hujan, debu jalanan dan asap knalpot, kita juga harus menghadapi kejamnya kemacetan jalan yang kini sudah menggurita.

Namun begitu, meski tubuh lemas dan haus akibat berpuasa, keselamatan berkendara tetap harus kita utamakan. Safety riding tetap harus menjadi pedoman meski diterpa banyak rintangan di jalan.

“Konsentrasi tidak boleh berkurang meski kita puasa. Sebab kecelakaan itu
biasanya terjadi hanya karena kita lengah sepersekian detik saja,” ujar Manajer Sport dan Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Anggono Iriawan di Kick Off program Safety F1RST di kawasan Jalan Dewi Sartika, Jakarta, Jumat (13/8/2010).

Nah untuk itulah, Anggono ingin berbagi beberapa tips ringan untuk anda agar bisa menghadapi ‘peperangan’ di jalan tanpa mengurangi rasa nyaman berpuasa.

Tips pertama bagi mereka yang berpuasa tapi harus beraktifitas dengan motor adalah tidur yang cukup. Karena sering kali sehabis sahur dan sholat subuh pengendara motor tidak tidur lagi dengan alasan waktunya mepet dengan jam berangkat ke kantor, sehingga tanggung rasanya bila mau tidur.

“Kebiasaan ini membuat kita jadi kurang tidur. Ini yang membuat kita sering kali menjadi cepat lemas dan mengantuk di siang hari. Padahal lengah sedikit saja, bahaya,” papar Anggono.

Setelah tidur dirasa sudah cukup, maka langkah kedua untuk muslim yang sedang berpuasa di perjalanan adalah menggunakan jaket yang nyaman dan memiliki bahan yang tidak panas atau gerah.

Hindari juga penggunaan pakaian berbahan gelap dan hitam. “Meski sepele, ini berefek sekali. Sebab sudah kena panas matahari, jalanan macet, kalau jaket atau bajunya bikin gerah, pasti sangat menyiksa. Karena itulah gunakan pakaian yang nyaman saat puasa,” tambahnya.

Setelah itu, bila memang kita harus seharian di jalan untuk melaksanakan tugas, Anggono menyarankan agar si pengendara beristirahatlah sesering mungkin. Jangan paksakan diri.

“Karena bila dipaksakan, kemungkinan kecelakaannya jadi besar,” imbuhnya.

Selain itu, biasakan melakukan sedikit perenggangan tubuh bila jarak tempuh kantor dan rumah memang jauh dan memutuhkan waktu lama untuk dicapai.

“Jangan lupa juga, jaga kondisi motor sampai benar-benar fit. Yang punya boleh puasa, tapi motor kan tidak. Jangan sampai remnya puasa, bisa ketabrak nanti,”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s