Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘Supermoto’

supermoto klx

Posted: Juni 14, 2011 in Info Lain
Tag:

data modif

- Velg TK 250 DAN 300
- Ban BATLAX 130 blk 120 dpn (velg dan ban pacul ORI masih ada)
- Handguard ACERBIS WHITE
- Tuas persneling DRIVEN PIVOT (bisa tekuk)
- Stang FAT BAR KITACO RACING
- Jok Combine MB-TECH
- Lampu sein WHITE NINJA 250
- Tromol blk ORI Tromol dpn Variasi Ninja 150
- Body Repaint WHITE plus combine stiker (ASLI HITAM, STNK tidak rubah)
- Kedok lampu WHITE dari KLX hijau (yg asli hitam masih ada)
- ENGINE GUARD WHITE standart KLX
- RAK BARANG BLK besi KLX
- TAS BARANG variasi optional plus tas di stang
- KNALPOT racing R-9
- Rear fender SSR WHITE lebih panjang ( Ori masih ada)
- Spakbor blk SUPERMOTO DRC lampu lead (Ori masih ada)
- CDI dual band BRT
- Rantai TK GOLD
KM dibawah 3500 blum pernah main tanah/adventure MULUS
Tahun 2008 bulan 5
TELP 0812-805-5065
[IMG][/IMG]
[IMG]
[/IMG]
[IMG]

kawasaki klx

Posted: Juni 13, 2011 in Info Lain
Tag:

 

Review / Modifikasi

KLX Supermoto : The Green Skull

March 14, 2011
KLX Supermoto : The Green Skull

 

GILAMOTOR.com. –Maraknya motor sport bermesin 250 cc, membuat lelaki kelahiran Manado 31 tahun silam ini merasa tunggangannya tak lagi special. Pasalnya, Kawasaki Ninja 250 R yang menemaninya sejak tahun 2008 silam, dirasa sudah tak lagi terlihat istimewa di jalan raya.

“Pertama beli keberadaan Ninja 250 R masih jarang ditemui di jalanan, jadi saat riding lumayan bisa jadi pusat perhatian. Tapi sekarang makin banyak yang pake dengan beragam gaya modifikasi, belum lagi pabrikan Honda dan Minerva juga ngeluarin motor 250 cc, terasa makin gak istimewa,” papar Mario sang empu KLX 150 Supermoto.

Ya, hal itulah yang membuat lelaki bernama lengkap Mario R.A SEKEON ini memalingkan hatinya kepada motor petualang yang bisa melahap jalan aspal dan tanah. Kondisi jalan Jakarta yang banyak lubang dan kadang banjir saat hujan, KLX 150 dirasa menjadi pilihan tepat untuk memalingkan hatinya dari Ninja 250 R.

Sebelum menjadi Supermoto, KLX 150 yang diboyong ke garasi pada bulan Februari 2010 lalu sempat dibiarkan ala kadarnya dengan gaya motor penggaruk tanah. Namun setelah 8 bulan berjalan, penggunaan ban pacul pada KLX 150 dirasa kurang pas. Akhirnya pada bulan November 2010, KLX pun diserahkan ke salah satu rumah modifikasi di bilangan Jakarta Selatan untuk dijadikan Supermoto.

“Sebelum di Caos Custom Bikes, motor sempat dua kali pindah bengkel, tapi hasilnya kurang memuaskan. Ban tubeless dengan pelek jari-jari sering bocor. Akhirnya bulan Desember 2010 saya serahkan ke Caos Custum Bikes,” terang mahasiswa S2 Kenotariatan Universitas Jaya Baya ini.

“Saya rasa ini belum maksimal, masih ada part yang harus saya beli lagi biar makin enak di pakainya. Soalnya yang dikerjakan Lerry (juragan Caos Custom Bikes) kemarin lebih fokus merapihkan hasil bengkel modifikasi sebelumnya. Tapi hasilnya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,” tambah Asisten Notaris ini.

Untuk memenuhi keinginan Mario sang Asisten Notaris, Lerry banyak berbenah dibeberapa sektor termasuk penggantian part. “Banyak yang harus dibereskan termasuk penggantian part. Cuma knalpot dan sok depan yang enggak dirubah,” terang Lerry.

“Arm pake punya Honda XR, tromol dan disc dibuat custom, selang rem GPR, spatboard belakang pake punya Acerbis, gear dari Talons, rante pake RK oring 520,” kata Lerry.

Sementara untuk menunjang tampilannya, ban lebar Avon Distanzia dan pelek 3.5 inch sm 4.25 jadi pilihan.

Untuk memberi kesan sangar dan menonjol, warna bodi bawaan pabrik dirubah dengan motif Green Skull alias Tengkorak Hijau. “Grafis green skull jadi pilihan biar KLX keliatan makin sangar,” terang Mario.

Lihatlah aksi KLX 150 Supermoto ini, kesan angker makin mencuat saat The Green Skull saat melibas jalur tanah. So, hati-hati kalau ngeliat The Green Skull ini lewat, bisa-bisa bro en sis kesurupan tengkorak hijau. Hehehe.

Bengkel : CAOS CUSTOM BIKES

Jl. Pancoran Barat VIII No. 6

Rt 10 / Rw 3, Kelurahan Pancoran – Kecamatan Pancoran

Jakarta Selatan 12780

Telp : 08170089400 / 021 700894000

 

superbike

Posted: Juni 13, 2011 in Info Lain
Tag:,

 

Review / Modifikasi

Vixion of Green Snake: Modif Keren a la SuperMoto

August 31, 2009
Vixion of Green Snake: Modif Keren a la SuperMoto

 

Ular berbisa dan supermoto; sesuatu yang berbisa dan motor trail. Bisa terkesan seksi namun buas, sekaligus gahar. Bagi bikers Andre Injectilo, begitu nama akun facebooknya di group page Motor Gila, elemen-elemen tersebut telah menjadi kegairahan baru atas motor Yamaha Vixion miliknya. Bertahun 2008, motor Vixion yang dibelinya pada tahun 2008 saat masih harga perdana 17.5 jutaan, ia sulap menjadi sebuah Vixion supermoto atau supermotard ala KTM

Pertama kali membelinya, kibordis Sajama Cut, salah satu band indie dan cukup eksis di tanah air ini memang sudah berniat merombak tongkrongan motornya. Ia berkaca dari referensi Vixion yang kerap dimodif menjadi motor sport atau motoGP. “ Saya ingin yang beda aja, seperti Yamaha WR atau supermoto trail,”ujar staf pengajar London School ini.

Niatan memodif Vixion tak lepas dari ketertarikannya pada motor saudaranya yang juga anggota klub supermoto Indonesia. Iseng-iseng diajaklah Andre hangout di klub tersebut, justru tertariklah dirinya dengan tongkrongan motor-motor gede dan jangkung seperti supermoto atau supermotard.

Gelisah tak sabar merombak tampilan Vixion-nya, tiga bulan kemudian ia memulai dengan memasang kaki-kaki pada motornya agar seperti supermoto. Inspirasinya memang langsung tertuju dari motor saudaranya, Monstrac 200X Endure, tetapi ia lebih memilih mendekati konsep motor KTM. “Tongkrongannya jauh lebih seru dan meyakinkan,” jelasnya.

Modifikasi tahap pertama yang ia lakukan ketika itu masih terbatas pada aksesoris. Tanya sana-sini, ia pun dikenali oleh teman pada sebuah bengkel Jay di Pamulang. Disana ia mengganti ban depan ukuran 110, belakang 120. Velg pun ia ganti dengan bercat warna hijau. Untuk urusan cat body, ia memilih warna hijau sebagai dominasi di Vixion. “Vixion kan warnanya hanya merah, hitam dan biru. Coba biar beda dan lebih catchy karena body vixion cenderung monoton warnanya,” katanya lagi.

Pengerjaan cat body ia kerjakan di tempat berbeda, di Senaponda, wilayah Depok. Obrolin motif, nuansa bisa ular dipilihnya tersirat jelas di Vixionnya. Biar semakin mantap dan tak mengecewakan, cat mobil ia pakai untuk motornya. “Catnya memakai cat Spice Hacker,” jelasnya.

Proses pengerjaan warna tekstur ular hijau pun dikerjakan dengan cara unik. Sistem pengerjaan cat memanfaatkan baju basket LA Lakers bekas miliknya. Bahan baju basket yang bolong-bolong, digunting lalu ditempel laiknya stensil dengan memanfaatkan gradasi dari cat yang disemprotkan ke arah potongan baju basket. “Sebenarnya minimalis, tetapi terasa beda dan keren. Sederhana tapi terlihat bagus hasil catnya,” ujarnya puas.

Modifikasi lainnya yang ia terapkan pada Vixionnya, termasuk pemakaian stang safe bar dari hasil limbah motor sport. Headlamp ia beli di sebuah bengkel di Kebon Jeruk. Agar semakin mirip dengan KTM, spedometer lama terpaksa ia ganti karena panel spedometer konsep supermoto yang selalu menempel dengan shock depan, jadi ia mengganti dengan Koso.

Tak ketinggalan untuk urusan knalpot. Andre mempercayakan pada merk CLD demi memperoleh suara ngebass dan powerfull. Gara-gara knalpotnya ini, kerap saat berkendara di jalan, ia tak jarang dibalap dan dipepet motor lain dari belakang hanya sekadar ingin melihat detail modifikasi keseluruhan Vixionnya. “Rada ada rasa gak enak sih kalau ngebut karena suara knalpotnya, makanya pilih saat jalan sepi. Tapi menarik melihat apresiasi biker lain dengan Vixion saya,” ujarnya.

Untuk perubahan internal tak terlalu banyak berubah, tetapi hanya penyesuaian terhadap bobot berat ban. Misalnya,  ia menambah cc mesin dari 150cc menjadi 180cc. Pengerjaan mesin ia serahkan di Has Motor Yamaha, rekomendasi dari Yamaha Vixion Club. “Karena ada satu teknisi yang untuk di Jakarta sudah terkenal gape buat urusan mesin Vixion. Seluruh operasional dikerjakan bengkel ini,” jelasnya.

Total biaya modifikasi yang ia telah keluarkan untuk Yamaha Vixion miliknya hampir 10 juta rupiah. Cukup besar, namun tak menutup hasratnya untuk semakin mempermak motor kesayangannya ini. Rencana ke depan, ia berniat mengganti shock depan menjadi upside down, lalu fender-nya diganti, pokoknya agar seperti supermoto ala body KTM. Semakin berbisa, semakin gahar tentunya. Peter Marr